Semangat Melupakan


Tentu ada hal yang dapat kupelajari dari semua ini. Mengenai alasan mengapa kita tak pernah bersatu, adalah ketika aku menuju ke arahmu sementara kau menuju ke arah lain. Mengenai alasan mengapa kita tak pernah bersama, adalah ketika aku menunggumu sementara kau menanti orang lain. Sudahlah, aku lelah.

Kurasa salah jika dikata aku tak mencoba melupakan. Aku sedang berupaya membangun bentengku di sini, walaupun belum kokoh, tapi setidaknya aku punya niatan untuk mengusir sosoknya dari pikiranku.

Jika dipikir-pikir, mungkin memang benar kata mereka, aku hanya dimanfaatkan. Dia membutuhkanku di saat susah, dan melupakanku di saat senang. Ketika dia butuh aku datang, ketika aku yang butuh dia menghilang. Sebenarnya aku sudah sadar sejak lama, hanya saja ada rasa yang tak biasa ketika aku membantunya menyelesaikan sesuatu. Sesederhana rasa aku bahagia ketika melihatnya bahagia. Tapi dalam konteks ini, kesalahanku adalah mengorbankan kebahagiannku untuk sekadar melihatnya bahagia.

Lantas hujan turun, petir menyambar, kemudian berkata, jangan terlalu banyak mengalah, kamu juga berhak bahagia. Keluarkan egomu dan tunjukan bahwa kau juga bisa bahagia bahkan tanpanya. Cukup tau saja kau, hujan, tanpa dia juga aku masih bisa hidup aku juga bahagia saat ini. Ada begitu banyak hal yang lebih pantas untuk disyukuri dalam hidup.

Hari ini aku berlakukan sebuah ketentuan. Bahwa aku tidak boleh lagi membiarkan mataku terpaku padanya, aku tidak boleh membuatnya menghancurkan benteng pertahananku lagi, tidak boleh!

Oh ayolah! Aku sudah berkali-kali berkata seperti itu, dan sialnya dia selalu datang lagi saat aku memantapkan hati untuk melempar namanya jauh-jauh dari otakku.

Kemudian orang-orang di keramaian berkata jangan terlalu banyak berharap. Hey! Siapa yang terlalu banyak berharap? Harapan menjadi semangat di hidup orang lain, apa itu terlalu tinggi? Hahaa mungkin iya bagi beberapa orang.

Yaa Tuhan! Sebenarnya apa inti dari tulisanku ini? Aku bahkan tidak paham apa yang hatiku ingini.

Aahh, aku mengerti sekarang! Memori tentangnya yang kebanyakan adalah memori buruk sebaiknya segera kusingkirkan. Mulai hidup baru dengan semangat. Semangat melupakan ^^

Tunggu… Bolehkah aku menitip pesan untuknya? Tuan kunang-kunang, tolong ya malam ini kau pergi ke dekat jendela kamarnya dan katakan,

” Jangan menyentuh jika tidak berniat untuk memetik. Berhentilah bermain-main. Baik dengan hatiku, maupun dengan hati yang lain.”

Dan.. Satu lagi,

“Simpan saja kata-kata manismu itu untuk dirimu sendiri. Aku tidak membutuhkannya. Terlalu sering mengkonsumsi yang manis-manis itu tidak baik untuk kesehatan.”

Satu lagi boleh, tidak? .-.

“Ada salah satu dari sikapmu yang membuat jantungku berdebar tak karuan. Bisa tidak kau menghentikannya? Jangan berpura-pura tidak tahu! Saat aku berbicara padamu, jangan menatapku seperti itu dan tersenyum. Bayangan wajahmu yang itu mendadak ada dimana-mana saat aku melihat keadaan sekeliling, dan jantung ini juga tidak bisa diajak kompromi, ia selalu ingin minggat dari tempatnya.”

Sudahlah cukup. Terima kasih tuan kunang-kunang, nanti alamat rumahnya akan kukirimkan via pesan singkat.

Aku membaca tulisan ini lagi dari awal, dalam hati aku bergumam,

“hmm.. Aku harus memeriksakan diri pada psikiater sepertinya.”

Sekian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s