[FAZFIKSI]


FAZ

Binar hitam yang menatap dalam, itu Faz.

Surai gelap yang ditata ke atas, tak menutupi dahinya, itu Faz.

Senyum tipis dan anggukan singkat, itu Faz. 

Petang itu aku mengikis senja di sebuah taman, aku duduk di salah satu ayunan bercat merah. Seorang pria datang menghampiriku dengan senyum mengembang di wajahnya, juga satu es krim berperisa stoberi di genggamannya. Dengan segera ia duduk di samping ayunanku, kami berbincang-bincang sampai matahari mulai hilang. Tidak, lelaki ini bukan Faz. Faz itu yang disana, yang menemani seorang anak bermain jungkat-jungkit. Anaknya? Entahlah, 2 tahun ini kami kehilangan komunikasi. Faz hanya pria dari masa lalu. Aku tersenyum pahit.

– SURYAKANTA –

Sebenarnya orang baik itu masih ada, hanya perlu dicari saja pakai suryakanta kehidupan. Aku jadi ingat Faz, waktu itu dia bilang kesenjangan sosial sekarang ini adalah masalah serius. “Kalau kamu liat pengemis dikasih uang ratusan ribu sama orang kaya, aku traktir es krim apa aja terserah kamu.”

“Faz, ayo ke north pole!” ucapku sembari mengisyaratkan untuk melihat ke luar jendela. Pria tunanetra yang sudah sepuh itu diberi beberapa lembar rupiah berwarna merah oleh seorang pria paruh baya dengan setelan jas hitam mewah. Wajah Faz masih heran tak percaya. “Faz yang aku kenal selalu bisa bertanggung jawab atas apa yang ia ucapkan,” ucapku santai. Faz menatapku datar tapi aku pura-pura tidak melihat, kemudian ia menginjak pedal gas mobilnya. Entah ini kebetulan atau apa, orang baik itu masih bisa dicari jika kita benar-benar membuka mata, tidak hanya melihat keburukan yang kebanyakan manusia lakukan.

– RETROUVAILLES –

Akhir pekan ini, rekan-rekanku dari SMA dulu mengadakan suatu pertemuan yang umumnya dikenal dengan reuni. Jujur saja aku tak memiliki motivasi lain untuk datang selain rindu yang terasa amat dalam pada sahabat-sahabatku dulu. Meskipun tak bisa kupungkiri jika ada sedikit rasa ingin bertemu dan berbincang dengan Faz.

Semua pakaian yang ada di lemari rasanya tidak ada yang bagus. Semua sepatu yang tersusun di rak rasanya tidak ada yang menarik. Tunggu! Kenapa aku jadi begini? Aku bukan tipe orang yang repot masalah penampilan.

Aku datang dengan pakaian seadanya, gaya pakaianku juga sepertinya tidak berubah sejak zaman SMA dulu. Bukan Nita yang menyambutku waktu itu, sahabat karibku itu entah dimana keberadaannya. Yang kulihat pertama kali justru Faz, bersama dengan rekan-rekan sepermainannya dulu ia terlihat tertawa ria. Faz melihatku, aku mengalihkan pandangan ke sekeliling. Faz mendekat dan dengan canggung bertanya kabarku. Setelahnya, suasana sedikit cair, dia mulai bergurau.

“Bahagia ga kita ketemu lagi?”

“Biasa aja sih,” jika harus jujur, itu adalah perkataan paling dusta yang pernah aku katakan.

“Hmm.. berarti kamu ga ngerasain retrouvailles yang aku rasakan.” senyum tipisnya senantiasa indah seperti sedia kala

“Retrouvailles? apa itu?”

“Aahh? Engga. Itu perasaan kesal karena bertemu kamu lagi hehehe.”

Aku mengerucutkan bibir dan  percakapan malam itu diakhiri dengan dering telepon dari gawainya. Dia memanggil “Mama” kepada orang di seberang teleponnya. Mungkin Ibunya. Sebentar! Dia memanggil Ibunya dengan sebutan Ibu. Lantas, Mama?

Sudahlah, aku tak ingin berspekulasi macam-macam. Lebih baik aku cari arti dari kata yang dia katakan tadi itu.

8100

Apa-apaan ini, Faz? Aku pikir hanya aku yang berdusta tentang pertemuan ini. Aku juga bahagia Faz, terlepas dari kehidupanmu saat ini. Aku bahagia bisa mendengar suaramu lagi.

Retrouvallies
(n.) the happiness of meeting again after a long time

 

 

Advertisements

Published by

Tia Ameylia

Hanya gemar merangkai frasa menjadi kalimat sederhana yang beraroma hujan. Penggemar hujan garis keras~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s