Pemanja Senja


Aku bukan penikmat senja.

Aku hanya orang yang suka memanjakan mata

Dengan hal indah semacam senja

Sore itu, ditemani ucapan selamat tinggal dari sang mentari

Aku menulis sajak tentang Senja dan Cinta

Sore itu, ditemani warna langit yang mulai berganti

Aku berdialog dengan Senja perihal Cinta

Senja dan sajak tak selalu bersama

Sajak dan Cinta tak selamanya berdua

Tapi Senja dan Cinta, keduanya indah merah merekah

Walaupun Senja tak selalu merah

Dan Cinta tak selamanya indah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s