Sepatah Kata Cinta


Bukankah sudah kukatakan, aku menuangkan kata-kata untuk menyemai pikiran yang berkecamuk di kepalaku, untuk meluapkan emosi yang membakar jiwaku, untuk menyuratkan pada dunia perihal yang lisanku tak bisa jelaskan, untuk mengenang supaya suatu hari nanti aku ingat bahwa masa mudaku kuhabiskan dengan menabur kata dalam suatu frasa sederhana.

Sungguh! Sepatah – dua patah kata-kata cinta yang ku tulis hanyalah bentuk cintaku pada karya sastra, pada bahasa yang menyatukan kita, pada pena yang kugunakan untuk menggores kertas, pada kapur yang kupakai untuk mengukir papan, serta pada hati yang keras kepala ingin mengutarakan apa yang tertulis di dalam.

Bukan untukmu ataupun dia apalagi mereka.

Sudahlah! Jika kamu tidak percaya, akan kutuang saja kata-kata itu ke dalam kopi. Lebih baik kutelan lagi kata-kata itu hidup-hidup dalam seteguk kopi latte yang senantiasa menunggu di samping buku diaryku.

 

Advertisements

Published by

Tia Ameylia

Hanya gemar merangkai frasa menjadi kalimat sederhana yang beraroma hujan. Penggemar hujan garis keras~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s