Surat Untuk Calon Imam


Teruntuk kamu, calon imam hidupku..

Aku sadar aku masih dalam kategori remaja yang masih labil dan bimbang dalam memilih suatu keputusan. Namun, dalam perjalanan menuju disandingkan denganmu, kini aku berusaha untuk berbenah, memantaskan diri supaya layak menjajaki hidup ini berdua denganmu, calon imam hidupku. Aku akan mulai berusaha untuk menjadi calon Istri yang baik serta calon Ibu yang bijak, untukmu dan untuk anak-anak kita kelak.

Pun dalam lima waktu yang kujaga, senantiasa selalu kusematkan surat cinta untukmu melalui untaian do’aku pada-Nya. Tak ada yang tahu rencana-Nya, semoga saja kita dipertemukan melalui cara yang tak kita duga-duga. Seperti saat namamu  disandingkan dengan namaku sewaktu aku masih berupa janin berumur 4 bulan.

Apa kau pernah bertanya-tanya siapa namaku? di mana aku berada? kapan kita akan bertemu? Sungguh! Dalam curhatanku pada Sang Ilahi juga tersirat pertanyaan-pertanyaan itu. Tapi kesabaran tidak pernah mengecewakan, semoga kamu tetap sabar dalam menanti hari dimana kita akan dipertemukan.

Tak perlu muluk-muluk, kau tidak perlu bersusah-susah menjadi pribadi dengan kriteria yang kuinginkan. Sebab tipe idealku hanyalah pria dengan “..iman yang menyempurnakannya, ketaqwaan yang mempergagahnya. Sehingga jadilah dia sebaik-baiknya hadiah dari Tuhan-ku, yang mengajarkanku untuk lebih taat lagi..” Dan aku yakin, kamu termasuk dalam kategori itu.

Calonku, aku juga minta do’amu. Aku minta semangatmu untuk kujadikan bahan bakarku dalam menggapai kesuksesan. Cukuplah dengan menitipkannya dalam do’a yang kau panjatkan pada Tuhanmu, Tuhan kita. Dengan begitu aku percaya, aku memiliki kekuatan dan semangat yang lebih besar lagi untuk menghadapi berbagai masalah yang tak bosan mampir dalam kehidupanku.

Calon imamku, saat kau bertanya apa mahar yang kuinginkan di hari bahagia kita nanti, dengan sederhana aku akan menjawab seperangkat alat sholat beserta Alqur’anul karimnya. Supaya kita bisa terus mendengungkan Ayat Allah di tengah-tengah keluarga kecil kita. Aku juga tak’kan bosan mendengarkan suara merdumu melantunkan ayat-ayat suci itu baik dalam mendidik anak-anak kita kelak, maupun ketika dalam sholat malammu meminta kepada-Nya yang terbaik untuk keluarga kita.

Tak sabar juga aku, mendengar lantunan adzan dari bibirmu ketika anak pertama kita lahir ke dunia. Dia pasti akan selalu mengingat suara merdu ayahnya itu, terus menggema di telinganya hingga nanti dia tumbuh sebagai pribadi yang sholeh /sholehah sesuai dengan bimbingan ayahnya. Kelak kita akan mendidiknya dengan penuh kasih sayang berdasarkan sunnah Nabi kita.

Kau tahu, saat kita sudah bersama nanti, mungkin aku akan selalu senang jika kau bisa menjadi imam dalam setiap sholatku. Tapi, ada satu hal membuatku lebih senang lagi. Aku akan lebih bahagia jika alas kakimu dengan romantis bergesekan dengan jalanan menuju masjid, rumah Allah. Aku akan lebih senang jika kau menjaga sholat lima waktumu di rumah Allah yang suci itu untuk mengejar 27 kali lipatnya. Sungguh calonku! Jika kau taat pada Tuhanku, maka Insya Allah aku juga akan taat padamu. Pun pada sunnah-sunnah Rasul yang kau terapkan dalam keseharian kita. Semoga cinta kita tak hanya bersemi di dunia, namun juga di surga yang menjadi tujuan kita berdua.

Dalam rentan waktu menunggumu menghadap ayahku, aku ingin menghabiskannya dengan menjaga rasa kasih cintaku hanya untuk engkau seorang,  yang suatu saat nanti berani mengatakan bahwa cintamu berlandaskan Islam dan Allah SWT. Aku ingin cinta yang kuberi padamu masih murni dan belum ku tebar pada lelaki lain sebelum dirimu menghalalkanku. Tolong sematkan juga dalam do’amu, untuk mengingatkanku tatkala aku khilaf akan nikmat dunia yang fana.

Bukan tanpa alasan aku menulis ini. Aku ingin selalu ingat, bahwa hatiku hanya milikmu. Supaya aku tak semena-mena memberikan hatiku untuk orang lain yang tak pasti itu.

Aku akan menunggu pejumpaan itu, Calon imam hidupku

 

 

dari aku, calon ibu dari anak-anakmu

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s